Sabtu, 26 Maret 2011 | By: Ahmad's

DEFINISI MANAJEMEN


DEFINISI MANAJEMEN
 Oleh: Ahmad Sutisna

Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu:
Manajemen sebagai suatu proses,
1. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
2. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.
Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.
Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pengetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juiga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalam kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan


 Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

A.      Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions)
Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen. Berbagai pendapat mengenai fungsi-fungsi manajemen akan tampak jelas dengan dikemukakannya pendapat beberapa penulis sebagai berikut:

Louis A. Allen : Leading, Planning, Organizing, Controlling.
Prajudi Atmosudirdjo : Planning, Organizing, Directing, atau Actuating and Controlling.
John Robert B., Ph.D : Planning, Organizing, Command -ing, and Controlling.
Henry Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.
Luther Gullich : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, Budgeting.
Koontz dWilliam H. Newman : Planning, Organizing, Assem-bling, Resources, Directing, Controlling.
Dr. S.P. Siagian., M.P.A : Planning, Organizing, motivating and Controlling.
William Spriegel : Planning, organizing, Controlling
Lyndak F. Urwick : Forecasting, Planning Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.
Dr. Winardi, S.E : Planning, Organizing, Coordi-nating, Actuating, Leading, Communication, Controlling
The Liang Gie : Planning, Decision making, Directing, Coordinating, Controlling, Improving.
James A.F.Stoner : Planning, Organizing, Leading, and Controlling.
George R. Terry : Planning, Organizing, Staffing, Motivating, and Controlling.
Dari beberapa pendapat para penulis di atas dapat dikombinasikan, fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:

 Planning
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi. 

Organizing
Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.

Leading
Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :
• Mengambil keputusan
• Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
• Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.

Directing/Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.

Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai dengan apa yang diinginlan atasan

Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerjasama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.
Reporting
Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.

Staffing
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi

Forecasting
Forecasting adalah meramalkan, memproyeksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan

B.       Tingkatan Manajemen (Manajemen Level).
Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi tingkatan manajer menjadi 3 tingkatan :
1.      Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak membawahi manajer yang lain.
2.      Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional.
3.      Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.

 
MANAJEMEN DALAM PANDANGAN ISLAM

Dalam pandangan ajaran Islam, segala sesuatu harus dilakukan secara rapi, benar, tertib, dan teratur. Proses-prosesnya harus diikuti dengan baik. Sesuatu tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Mulai dari urusan terkecil seperti mengatur urusan Rumah Tangga sampai dengan urusan terbesar seperti mengatur urusan sebuah negara semua itu diperlukan pengaturan yang baik, tepat dan terarah dalam bingkai sebuah manajemen agar tujuan yang hendak dicapai bisa diraih dan bisa selesai secara efisien dan efektif.
Beberapa istilah dikenal bahwa yang hak itu akan hancur oleh kebathilan yang dikelola dan tersusun rapi yang berada di sekelilingnya, sebagaimana dikemukakan Ali bin Abi Thalib :”kebenaran yang tidak terorganisir dengan rapi akan dihancurkan oleh kebathilan yang tersusun rapi”.
Pengertian Manajemen Islam.
Dari segi bahasa manajemen berasal dari bahasa Inggris yang merupakan terjemahan langsung dari kata management yang berarti pengelolaan, ketata laksanaan, atau tata pimpinan. Sementara dalam kamus Inggris Indonesia karangan John M. Echols dan Hasan Shadily (1995 : 372) management berasal dari akar kata to manage yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan, mengelola, dan memperlakukan.
Ramayulis (2008:362) menyatakan bahwa pengertian yang sama dengan hakikat manajemen adalah al-tadbir (pengaturan). Kata ini merupakan derivasi dari kata dabbara (mengatur) yang banyak terdapat dalam Al Qur’an seperti firman Allah SWT :
يُدَبِّرُ اْلأَمْرَ مِنَ السَّمَآءِ إِلَى اْلأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ
كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةِ مِّمَّا تَعُدُّونَ
Artinya : Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (Al Sajdah : 05).
Dari isi kandungan ayat di atas dapatlah diketahui bahwa Allah swt adalah pengatur alam (manager). Keteraturan alam raya ini merupakan bukti kebesaran Allah swt dalam mengelola alam ini. Namun, karena manusia yang diciptakan Allah SWT telah dijadaikan sebagai khalifah di bumi, maka dia harus mengatur dan mengelola bumi dengan sebaik-baiknya sebagaimana Allah mengatur alam raya ini.
Sementara manajemen menurut istilah adalah proses mengkordinasikan aktifitas-aktifitas kerja sehingga dapat selesai secara efesien dan efektif dengan dan melalui orang lain (Robbin dan Coulter, 2007:8).
Bila kita perhatikan dari kedua pengertian manajemen di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa manajemen merupkan sebuah proses pemanfaatan semua sumber daya melalui bantuan orang lain dan bekerjasama dengannya, agar tujuan bersama bisa dicapai secara efektif, efesien, dan produktip. Sedangkan Pendidikan Islam merupakan proses transinternalisasi nilai-nilai Islam kepada peserta didik sebagai bekal untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat.
Dengan demikian maka yang disebut dengan manajemen pendidikan Islam sebagaimana dinyatakan Ramayulis (2008:260) adalah proses pemanfaatan semua sumber daya yang dimiliki (ummat Islam, lembaga pendidikan atau lainnya) baik perangkat keras maupun lunak. Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan orang lain secara efektif, efisien, dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat.
Fungsi-fungsi Manajemen Islam
Berbicara tentang fungsi manajemen pendidikan Islam tidaklah bisa terlepas dari fungsi manajemen secara umum seperti yang dikemukakan Henry Fayol seorang industriyawan Prancis, dia mengatakan bahwa fungsi-fungsi manajemn itu adalah merancang, mengorganisasikan, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang.
Sementara itu Robbin dan Coulter (2007:9) mengatakan bahwa fungsi dasar manajemen yang paling penting adalah merencanakan, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan. Senada dengan itu Mahdi bin Ibrahim (1997:61) menyatakan bahwa fungsi manajemen atau tugas kepemimpinan dalam pelaksanaannya meliputi berbagai hal, yaitu : Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.
Untuk mempermudah pembahasan mengenai fungsi manajemen pendidikan Islam, maka kami (kelompok 1) akan menguraikan fungsi manajemen pendidikan Islam sesuai dengan pendapat yang dikemukan oleh Robbin dan Coulter yang pendapatnya senada dengan Mahdi bin Ibrahim yaitu : Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan/kepemimpinan, dan pengawasan.
1. Fungsi Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah sebuah proses perdana ketika hendak melakukan pekerjaan baik dalam bentuk pemikiran maupun kerangka kerja agar tujuan yang hendak dicapai mendapatkan hasil yang optimal. Demikian pula halnya dalam pendidikan Islam perencanaan harus dijadikan langkah pertama yang benar-benar diperhatikan oleh para manajer dan para pengelola pendidikan Islam. Sebab perencanaan merupakan bagian penting dari sebuah kesuksesan, kesalahan dalam menentukan perencanaan pendidikan Islam akan berakibat sangat patal bagi keberlangsungan pendidikan Islam. Bahkan Allah memberikan arahan kepada setiap orang yang beriman untuk mendesain sebuah rencana apa yang akan dilakukan dikemudian hari, sebagaimana Firman-Nya dalam Al Qur’an Surat Al Hasyr : 18 yang berbunyi :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسُُ مَّاقَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرُُ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Ketika menyusun sebuah perencanaan dalam pendidikan Islam tidaklah dilakukan hanya untuk mencapai tujuan dunia semata, tapi harus jauh lebih dari itu melampaui batas-batas target kehidupan duniawi. Arahkanlah perencanaan itu juga untuk mencapai target kebahagiaan dunia dan akhirat, sehingga kedua-duanya bisa dicapai secara seimbang.
Mahdi bin Ibrahim (l997:63) mengemukakan bahwa ada lima perkara penting untuk diperhatikan demi keberhasilan sebuah perencanaan, yaitu :
  1. Ketelitian dan kejelasan dalam membentuk tujuan
  2. Ketepatan waktu dengan tujuan yang hendak dicapai
  3. Keterkaitan antara fase-fase operasional rencana dengan penanggung jawab operasional, agar mereka mengetahui fase-fase tersebut dengan tujuan yang hendak dicapai
  4. Perhatian terhadap aspek-aspek amaliah ditinjau dari sisi penerimaan masyarakat, mempertimbangkan perencanaa, kesesuaian perencanaan dengan tim yang bertanggung jawab terhadap operasionalnya atau dengan mitra kerjanya, kemungkinan-kemungkinan yang bisa dicapai, dan kesiapan perencanaan melakukan evaluasi secara terus menerus dalam merealisasikan tujuan.
  5. Kemampuan organisatoris penanggung jaawab operasional.
Sementara itu menurut Ramayulis (2008:271) mengatakan bahwa dalam Manajemen pendidikan Islam perencanaan itu meliputi :
  1. Penentuan prioritas agar pelaksanaan pendidikan berjalan efektif, prioritas kebutuhan agar melibatkan seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan, masyarakat dan bahkan murid.
  2. Penetapan tujuan sebagai garis pengarahan dan sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil pendidikan
  3. Formulasi prosedur sebagai tahap-tahap rencana tindakan.
  4. Penyerahan tanggung jawab kepada individu dan kelompok-kelompok kerja.
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa dalam Manajeman Pendidikan Islam perencanaan merupakan kunci utama untuk menentukan aktivitas berikutnya. Tanpa perencanaan yang matang aktivitas lainnya tidaklah akan berjalan dengan baik bahkan mungkin akan gagal. Oleh karena itu buatlah perencanaan sematang mungkin agar menemui kesuksesan yang memuaskan.

2. Fungsi Pengorganisasian (organizing)
Ajaran Islam senantiasa mendorong para pemeluknya untuk melakukan segala sesuatu secara terorganisir dengan rapi, sebab bisa jadi suatu kebenaran yang tidak terorganisir dengan rapi akan dengan mudah bisa diluluhlantakan oleh kebathilan yang tersusun rapi.
Menurut Terry (2003:73) pengorganisasian merupakan kegiatan dasar dari manajemen dilaksnakan untuk mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsur manusia, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan sukses.
Organisasi dalam pandangan Islam bukan semata-mata wadah, melainkan lebih menekankan pada bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan secara rapi. Organisasi lebih menekankan pada pengaturan mekanisme kerja. Dalam sebuah organisasi tentu ada pemimpin dan bawahan (Didin dan Hendri, 2003:101)
Sementara itu Ramayulis (2008:272) menyatakan bahwa pengorganisasian dalam pendidikan Islam adalah proses penentuan struktur, aktivitas, interkasi, koordinasi, desain struktur, wewenang, tugas secara transparan, dan jelas. Dalam lembaga pendidikan Isla, baik yang bersifat individual, kelompok, maupun kelembagaan.
Sebuah organisasi dalam manajemen pendidikan Islam akan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan jika konsisten dengan prinsip-prinsip yang mendesain perjalanan organisasi yaitu Kebebasan, keadilan, dan musyawarah. Jika kesemua prinsip ini dapat diaplikasikan secara konsisten dalam proses pengelolaan lembaga pendidikan islam akan sangat membantu bagi para manajer pendidikan Islam.
Dari uraian di atas dapat difahami bahwa pengorganisasian merupakan fase kedua setelah perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Pengorganisasian terjadi karena pekerjaan yang perlu dilaksanakan itu terlalu berat untuk ditangani oleh satu orang saja. Dengan demikian diperlukan tenaga-tenaga bantuan dan terbentuklah suatu kelompok kerja yang efektif. Banyak pikiran, tangan, dan keterampilan dihimpun menjadi satu yang harus dikoordinasi bukan saja untuk diselesaikan tugas-tugas yang bersangkutan, tetapi juga untuk menciptakan kegunaan bagi masing-masing anggota kelompok tersebut terhadap keinginan keterampilan dan pengetahuan.

3. Fungsi Pengarahan (directing).
Pengarahan adalah proses memberikan bimbingan kepada rekan kerja sehingga mereka menjadi pegawai yang berpengetahuan dan akan bekerja efektif menuju sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Di dalam fungsi pengarahan terdapat empat komponen, yaitu pengarah, yang diberi pengarahan, isi pengarahan, dan metode pengarahan. Pengarah adalah orang yang memberikan pengarahan berupa perintah, larangan, dan bimbingan. Yang diberipengarahan adalah orang yang diinginkan dapat merealisasikan pengarahan. Isi pengarahan adalah sesuatu yang disampaikan pengarah baik berupa perintah, larangan, maupun bimbingan. Sedangkan metode pengarahan adalah sistem komunikasi antara pengarah dan yang diberi pengarahan.
Dalam manajemen pendidikan Islam, agar isi pengarahan yang diberikan kepada orang yang diberi pengarahan dapat dilaksanakan dengan baik maka seorang pengarah setidaknya harus memperhatikan beberapa prinsip berikut, yaitu : Keteladanan, konsistensi, keterbukaan, kelembutan, dan kebijakan. Isi pengarahan baik yang berupa perintah, larangan, maupun bimbingan hendaknya tidak memberatkan dan diluar kemampuan sipenerima arahan, sebab jika hal itu terjadi maka jangan berharap isi pengarahan itu dapat dilaksanakan dengan baik oleh sipenerima pengarahan.
Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa fungsi pengarahan dalam manajemen pendidikan Islam adalah proses bimbingan yang didasari prinsip-prinsip religius kepada rekan kerja, sehingga orang tersebut mau melaksanakan tugasnya dengan sungguh- sungguh dan bersemangat disertai keikhlasan yang sangat mendalam.

4. Fungsi Pengawasan (Controlling)
Pengawasan adalah keseluruhan upaya pengamatan pelaksanaan kegiatan operasional guna menjamin bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Bahkan Didin dan Hendri (2003:156) menyatakan bahwa dalam pandangan Islam pengawasan dilakukan untuk meluruskan yang tidak lurus, mengoreksi yang salah dan membenarkan yang hak.
Dalam pendidikan Islam pengawasan didefinisikan sebagai proses pemantauan yang terus menerus untuk menjamin terlaksananya perencanaan secara konsekwen baik yang bersifat materil maupun spirituil.
Menurut Ramayulis (2008:274) pengawasan dalam pendidikan Islam mempunyai karakteristik sebagai berikut: pengawasan bersifat material dan spiritual, monitoring bukan hanya manajer, tetapi juga Allah Swt, menggunakan metode yang manusiawi yang menjunjung martabat manusia. Dengan karakterisrik tersebut dapat dipahami bahwa pelaksana berbagai perencaan yang telah disepakati akan bertanggung jawab kepada manajernya dan Allah sebagai pengawas yang Maha Mengetahui. Di sisi lain pengawasan dalam konsep Islam lebih mengutamakan menggunakan pendekatan manusiawi, pendekatan yang dijiwai oleh nilai-nilai keislaman.
Jumat, 25 Maret 2011 | By: Ahmad's

Menjelang Shalat Jum'at


Di tengah hari yang panas ini...
Matahari serasa membakar kulit,,,
Keringat bercucran...

Akantetapi sebuah Lantunan ayat-ayat Al-Quran berkmandang...
Menyejukan hati yang sedang galau,,,
Ayat-ayatnya yang membuat tentram yang mendengarnya....

Walaupun aku belum memahami makna dari ayat-ayat tesebut...
Ingin rasanya memahami makna tersebut,,,
Namun kemalasan dan kebodohan hamba ini yang menghalanginya...

Ya Allah berilah hambamu ini hidayah-Mu,,,untuk selalu mengingat-Mu, menjauhi segala larangan-Mu, dan menjalankan segala perintah-Mu...

Amiiin Ya Allah Ya Rabbal'alamin...

Sepucuk Surat Untuk Tuhan

Malam ini aku ingin bersurat. Mengurai hari-hari bersama gulir air mata. Pada waktu yang sama, saudaraku bilang “Semuanya ada di tangan Tuhan”. Aku hanya tersenyum. Pernyataan itu terasa tidak asing di telinga. Memang, sudah banyak sabda yang memperteguhnya sehingga semua percaya begitu saja.

Anggaplah aku kini orang asing, yang tidak tahu wilayah. Aku tidak ingin bercinta dengan benakku sendiri. Aku tidak ingin bermain dengan pikiran yang sesekali membosankan. Tapi apa boleh buat, aku sedang membutuhkan-Mu dengan segala kemahaan-Mu. Sederhana, jawablah “Dimana jalanku? Matikah atau entahlah!”. Kenapa harus ada rahasia di antara kita?

Sebagai akhir, Tuhan, dengarkanlah dan maknailah doa Wahid ini:
"Tuhan, aku menghadap padaMu bukan hanya di saat aku cinta padaMu. Tapi juga di saat-saat aku tidak cinta dan tidak mengerti tentang diriMu, di saat-saat aku seolah-olah mau berontaK terhadap kekuasaanMu. Dengan demikian, Robbi, aku mengharap cintaku padaMu akan pulih kembali". 

TIPS PACARAN ISLAMI

TIPS “PACARAN YANG ISLAMI”

1. Jangan berduaan dengan pacar di tempat sepi, kecuali ditemani mahram dari sang wanita (jadi bertiga)

“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341, Lihat Mausu’ah Al Manahi Asy Syari’ah 2/102]

“Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya“ (HSR.Tirmidzi)

2. Jangan pergi dengan pacar lebih dari sehari semalam kecuali si wanita ditemani mahramnya

“Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian sehari semalam tidak bersama mahromnya.” [HR Bukhori: 1088, Muslim 1339]

3. Jangan berjalan-jalan dengan pacar ke tempat yang jauh kecuali si wanita ditemani mahramnya

“…..jangan bepergian dengan wanita kecuali bersama mahromnya….”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341]

4. Jangan bersentuhan dengan pacar, jangan berpelukan, jangan meraba, jangan mencium, bahkan berjabat tangan juga tidak boleh, apalagi yang lebih dari sekedar jabat tangan

”Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226)

Bersabda Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wassallam: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR Malik 2/982, Nasa’i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll]

5. Jangan memandang aurat pacar, masing-masing harus memakai pakaian yang menutupi auratnya

“Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya..” (Al Qur’an Surat An Nur ayat 30)

“…zina kedua matanya adalah memandang….” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)

6. Jangan membicarakan/melakukan hal-hal yang membuat terjerumus kedalam zina

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra 32)

“Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah, dan mulut berzina dan zinanya adalah mencium.” (H.R. Muslim dan Abu Dawud)

7. Jangan menunda-nunda menikah jika sudah saling merasa cocok

“Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

“Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah mulut dan kemaluan.” (H.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih.)

C.I.N.T.A

Cinta adalah kekuatan yg mampu
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah.
Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)
Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)
“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)

karakter diri

Mencoba untuk mengenali karakter pribadi diri sendiri, sifat apakah yang paling dominan melekat pada diriku. Melankoliskah, Plegmatiskah, atau Sanguinis dan Koleris. Mulai menelaah sifat-sifat yang dominan dari diriku ternyata dari ke-Empat kategori itu point-poin di dalamnya ada dalam kepribadianku, baik itu sifat dasar juga kelemahan yang ada di dalamnya.
Pertama kategori sifat Sangunis ada dalam pribadiku yaitu dengan ciri Fun dan Butuh Kasih Sayang,Perhatian dan Persetujuan. Itu ada dalam pribadiku karena pasti setiap orang membutuhkan kesenangan dan kasih sayang dari orang lain juga kelemahan dalam kategori ini ada pada pribadiku yaitu tidak teratur dan terorganisasi, mudah beralasan tapi tidak menyerahkan pekerjaan pada orang lain. Contoh sikap yang sesuai dalam kategori ini yaitu pengalamanku ketika ada suatu masalah yang tidak bisa saya selesaikan/ pekerjaan rumah yang tidak dikerjakan pasti banyak alasan-alasan yang muncul dan dilontarkan begitu saja. Pekerjaan yang tidak terselesaikan itu terjadi karena memang dalam pribadiku mungkin ada sifat tidak teratur dan terorganisir. Mudah-mudahan untuk detik ini dan hari yang akan datang aku bisa lebih tertur dan baik dari hari sekarang.
Kategori ke-2 yaitu karakter pribadi Koleris juga sebagian poin-poin di dalamnya ada pada sifatku dengan ciri mendasar yaitu keinginan kuat untuk mengontrol dan mengatur. Inilah sifat yang aku inginkan yaitu bisa mengontrol diri dan mengatur diri agar lebih terencana dan terarah juga teratur dan disiplin. Karena sipatku yang tidak teratur da terorganisasi maka dalam diriku timbul keinginan yang kuat untuk mengontrol dan mengatur diri tapi bukan mengatur orang lain, walaupun itu mungkin terbesit keinginan dalam benaku untuk bisa mengontrol dan mengatur orang lain. Kelemahan dalam kategori ini tidak terdapat padaku.
Ternyata pada kategori ke-3 pun yaitu kategori karakter Plegmatis sebagian poin ada pada pribadiku yaitu sifat tidak suka konflik/suka damai. Aku salah satu orang yang sangat membenci konflik dan sangat suka kedamaian karena menurutku konflik tidak akan menyelesaikan permasalahan bahkan akan memperkeruh dan memperpanjang permsalahan. Selain suka damai aku juga butuh rasa hormat yaitu ingin merasa dihormati oleh orang lain tapi bukan dalam artian gila kehormatan atau gila hormat tapi ingin dianggap ada dan disegani oleh orang lain. Tertekan bila mendapat tanggung jawab. Sifat inilah yang ada dalam diriku yaitu jika terkena suatu maslah batin ini merasa tertekan dan butuh cukup lama untuk menyelesaikan masalah tersebut dan butuh suatu dorongan/motivasi yang lebih untuk menyelesaikan masalah itu.
Poin-poin terakhir dari kategori melankolis ada pada sifatku yaitu tertekan bila tidak mencapai standar, ya sifatku selalu ingin mencapai suatu standar atau ingin lebih baik dan lebih maju yaitu berprestasi jika hasil pekerjaanku tidak mencapai suatu standar aku akan merasa tertekan akan tetapi tekanan itu mendorongku untuk lebih baik kedepannya. Aku juga sangat ingin dipahami dan dimengerti juga kelemahan yang ada dalam kategori ini dimiliki oleh sifat ku yaitu suka pilih-pilih teman, perlu waktu banyak untuk mempersiapkan, terlalu terpusat pada rincian dan cenderung mencurigai orang lain.
Mungkin itulah karakter yang ada dalam pribadiku, entah kategori mana yang paling dominan dalam karakterku, orang lain mungkin akan menilai berbeda dengan penilaianku terhadap diri pribadi. Tapi itu mungkin menjadi bahan renungan untuk mengevaluasi diri agar lebih baik suatu saat nanti.

theree theory Need

Mencoba untuk menuangkan isi hati dalam sebuah tulisan, memulai tanpa tau isi apa yang akan di torehkan, tapi keinginan ini sangat kuat untuk menuliskan apa yang ada di benak saya,keinginan ini tak bisa di bendung lagi setelah mendapat motivasi dari salah satu senior saya kg.nana suryana,dan membaca beberapa catatannya.


Saya bingung ingin memulai dari mana dan tidak tau judul apa yang pantas dalam catatan saya ini,saya harap yang membaca catatan ini dapat memberikan kritik dan saran bagi saya,dan judul apa yang pantas dalam catatan ini

Teringat kata-kata seorang dosen Bp.Saeful Anwar,beliau berkata “Memulai adalah sesuatu yang sangat sulit,dibandingkan dengan meneruskan”. Seperti halnya kita memulai suatu usaha. Memang benar ternyata memulai itu lebih sulit daripada meneruskan,itu yang memang kurasakan saat ini. Akan tetapi dengan dogma seperti itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk megubah paradigma itu, yaitu “Memulai sesuatu yang baik itu menyenangkan”.

Mengutip sebuah ungkapan motivasi dari Stephan Rabin “Pekerjaan yang menantang mental,akan menghasilkan kepuasan tersendiri”. Semoga itu menjadi langkah awal bagi saya yang awam dan masih dhaif dalam memahami suatu ilmu. Sedikit membaca dalam bukunya McChlalland dalam Three Theory Need nya,analisis saya dalam theory itu pertama yaitu manusia pada dasarnya ingin berprestasi (Achievment), memang itu yang akan semua orang rasakan dalam segala hal,sifat yang paling mendasar dalam manusia yaitu ingin menerima penghargaan (Reward),ingin selalu di besar-besarkan,dan cenderung ingin di puji.

Sedikit Mengutip sebuah tulisan nana suryana :”duuh kenapa manusia senang dipuja? apakah karena manusia mewarisi sifat asmaul husna, al khabir? maha besar? ya manusia suka kebesaran, dipuja dan disanjung, asal jangan mendominasi... seperti ruh-Nya yang ditiupkan padaku.” ya memang itu juga dirasakan olehku dan mungkin oleh semua orang yang selalu ingin di puji, padahal apa yang kita punya adalah segalanya milik-Nya,apa yang harus kita banggakan dalam diri ini,jasad dan ruh kita adalah milik-nya, dan kelak akan kembali kepadanya.

Sifat yang kedua yaitu manusia pada dasarnya ingin memiliki hubungan yang harmonis (Afiliation), hubungan yang harmonis sesama manusia sangat dibutuhkan oleh semua orang, walaupun kita ketahui banyak sekali pertikaian-pertikaian di bumi ini, namun dalam hati kecilnya mereka sangat menginginkan kehidupan yang tentram,kesjahteraan,dan ketenangan jiwa, dan semua itu tidak akan di dapat jika tidak ada hubungan yang harmonis antara sesama makhluk ciptaan-Nya yaitu manusia. Hubungan yang harmonis sangat di perlukan dalam setiap saat seperti dengan keluarga, sanak saudara, sahabat, kawan, dan pasangan kita sekalipun.

Banyak ayat-ayat yang mensabdakan bahwa Tuhan itu Maha Pengasaih lagi Maha Penyayang. Dan itu ada dalam Asma Al -Husna. Kita sebagai makhluk ciptaan-Nya seharusnya memiliki sifat-sifat yang dimiliki Allah yaitu pengasih dan penyayang, dengan sifat-sifat seperti itu pasti hubungan yang harmonis akan terjalin bagi sesama makhluk ciptaan-Nya. Baik hubungan kita dengan Khalik ( Hablum MinaLLah), baik hubungan kita dengan Manusia (Hablum MinaNas), juga hubungan kita dengan Alam (Hablum minalAlam).

Sifat ketiga dalam theory McClellan yaitu kekuatan/kekuasaan (Power). Setelah manusia berprestasi dan mendapatkan hubungan yang baik dengan orang lain (relasi) sifat ingin berkuasa pasti akan terbesit dalam benaknya. Tetapi power yang timbul yaitu power agar menjaga terjalinnya hubungan yang harmonis. AkanteTapi pada kenyataannya berlainan Rasa ingin dihargai dan dimengerti mendorong manusia menjadi ingin berkuasa. Memang itu tidak dapat dipungkiri, banyak fakta-fakta sejarah yang membuktikannya, seperti banyaknya rezim-rezim yang terjadi, monarkisasi akibat adanya ingin selalu berkuasa. Yang menganggap bahwa dirinyalah yang paling benar.

Itulah sekilas tentang Theory Three Need (McClellan) yang dapat saya analisis.
Semoga Allah mengampuni segala keKhilafan dan keDhaifan saya.
Semoga Allah membukakan pintu Ilmu dari segala penjuru kepada kita.

Islam Yang Hakiki

Islam yang hakiki mengajarkan umatnya untuk selalu bersatu dan menjaga kesatuan dengan memegang teguh tali Allah SWT dan menghindarkan diri dari perpecahan.

Umat Islam sebaiknya mengeratkan solidaritas dan silaturahim dan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam menjaga integritas bangsa. Demikian pesan Idul Adha yang disampaikan Prof Dr H Halide di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta pejabat tinggi negara di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (17/11/2010).

"Sifat solidaritas inilah yang harus kita tingkatkan dan pelihara terus, apalagi dalam menghadapi situasi dan kondisi ekonomi dewasa ini yang masih terus mengalami krisis. Pemimpin dan pengambil kebijakan belum mampu mengatasi secara tuntas karena mereka masih dalam tahapan suasana saling menghujat dan belum memperoleh solusi yang mampu mengatasi inti persoalan secara substansial. Mulai hari ini, mari kita hentikan saling menghujat dan saling menuding," kata Halide.

"Hai pemimpin bangsa, duduklah bersama memikirkan dan menata kehidupan dalam perumusan kebijaksanaan untuk menyelesaikan persoalan ekonomi dan sumber perpecahan bangsa ini. Rumuskanlah politik perekonomian bangsa yang memihak kepada pemberdayaan masyarakat banyak. Kalangan konglomerat yang selama ini dipercaya mengembangkan perekonomian ternyata masih tidak berhasil, bahkan telah membuktikan dirinya sebagai pengusaha lemah yang utangnya bertumpuk. Mereka tak punya malu, bahkan tega berbuat zalim, menipu, dan menyebabkan masyarakat menderita dalam bentuk krisis ekonomi yang sampai sekarang belum dapat terselesaikan," .

Yang menjadi pertanyaan mendasar dalam diri saya,,,sudah mampukah saya menjalankan islam yang hakiki yaitu islam yang berpegang pada tali alah,,,menjalankan sayariatnya menjauhi segala larangannya,,,saling menolong satu sama lain,,mempererat tali silaturahim,,,dan menghindari perpecahaa,,,

Alangkah indahnya hidup penuh dengan kedamaian,,kesejahteraan dan ketentraman,,,mungkin itu yang semua orang harapkan...

bingung

aduh hari ini bingung banget

ADMINISTRASI DAKWAH

PENJELASAN ADMINISTRASI
Oleh Arif Rahman, S.Ag., M.Pd

Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasari atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Beberapa hal yang terkandung dari definisi diatas:
·           Administrasi sebagai seni adalah merujuk pada proses atau kegiatan yang menyangkut gaya orang dalam mengajak orang untuk melakukan kerjasama, atau cara-cara dan tehnik mengatur, mengajak dan mengendalikan
·           Administrasi memiliki unsur-unsur:
Ø  Adanya dua orang manusia atau lebih
Ø  Adanya tujuan yang hendak dicapai
Ø  Adanya tugas-tugas yang harus dilaksanakan
Ø  Adanya peralatan atau perlengkapan termasuk waktu dan tempat untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut.
·    Bahwa administrasi sebagai proses kerjasama bukan merupakan hal yang baru, ia timbul bersama peradaban manusia (Social Phenomenon).
·      Administrasi dilihat dari segi fungsional yakni; (1) Menentukan tujuan menyeluruh yang hendak dicapai (Organizational Goal), (2) Menentukan kebijaksanaan umum yang mengikat seluruh organisasi (General and Overall Policies)
Management adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain (manajemen merupakan inti dari administrasi). Manajemen; (1) Berfungsi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-batas kebijaksanaan umum yang telah ditentukan pada tingkat administrasi, (2) Tujuan dan kebijaksanaan pada tingkat manajemen bersifat departemental atau sektoral.
Leadership (Kepemimpinan) : Merupakan inti dari manajemen (motor atau daya penggerak) dari semua sumber-sumber dan alat-alat (resources) yang tersedia bagi suatu organisasi. Kemampuan seorang pemimpin dalam menggerakkan resources akan menentukan keberhasilannya dalm mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan.
Human Relation: Keseluruhan rankaian hubungan, baik yang bersifat formil maupun non formil antara atasan dengan bawahan, atasan dengan atasan, bawahan dengan bawahan, yang harus dibina dan dipelihara sedemikian rupa sehingga tercipta suatu teamwork dan suasana kerja yang intim dan harmonis dalam rangka pencapaian tujuan. Human relation merupaka inti dari kepemimpinan.
Organisasi; Setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerjasama serta secara formal terikat dalam pencapaian tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan mana terdapat seorang/beberapa orang yang disebut atasan dan seorang/beberapa orang yang disebut bawahan. Organisasi bersifat statis apabila dipandang sebagai wadah dan dapat bersifat dinamis apabila dipandang sebagi hierarchi

RUANG LINGKUP ADMINISTRASI DAKWAH

            Ruang lingkup administrasi dakwah meliputi: Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Kegiatan Dakwah, Fasilitas dan berbagai unsure lainnya. Unsur-unsur tersebut secara sistematis dijalankan melalui tiga fungsi kegiatan yakni: perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dan untuk mencapai keberhasilan tersebut memerlukan suatu proses, minimal meliputi perilaku manusia dalam berorganisasi sesuai dengan budaya yang berlaku sebagai alat komunikasi. Wilayah kerja Adminisrasi Dakwah dapat dilihat pada bagan berikut:





               Garapan
Fungsi
SDM
SKD
SDF
M
Da
PJ
PD
MD
A
D
F
SH
Perencanaan









Pelaksanaan









Pengawasan









Keterangan
M         = Mad’u                                              D         = Dana
Da       = Da’I                                                 F          = Fasilitas
PJ        = Pengguna Jasa                                  SH       = Stakeholder
PD       = Program Dakwah                             TD       = Tujuan Dakwah
MD      = Metode Dakwah
A         = Alat/Media/Referensi

A.      Hakikat Dakwah
1.  Dakwah merupakan proses interaksi manusia yang ditandai antara keseimbangan mad’u dan kewibawaan da’i
2.     Dakwah merupakan usaha penyiapan mad’u menghadapi lingkungan yang mengalami perubahan yang semakin pesat
3.      Dakwah berlangsung seumur hidup
4.    Dakwah merupakan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip keagamaan dalam kehidupan social bagi pembentukan manusia seutuhnya.

B.       Hakikat Mad’u (Sasaran Dakwah)
1.   Mad’u bertanggung jawab atas mempunyai hak atas informasi dan bantuan moril yang diterimanya sesuai dengan wawasan yang dimiliki mad’u itu sendiri
2.   Mad’u memiliki potensi, baik fisik maupun psikologis yang berbeda-beda sehingga masing-masing mad’u merupakan insan yang unik
3.      Mad’u pada dasarnya merupakan insan yang aktif menghadapi lingkungan hidupnya.

C.      Hakikat Da’i (Subjek Dakwah)
1.      Da’i merupakan agen pembaharuan
2.      Da’i berperan sebagai pemimpin dan pendukung nilai-nilai masyarakat
3.    Da’i sebagai fasilitator memungkinkan terciptanya kondisi yang baik bagi mad’u untuk mendapatkan layanan moralnya
4.      Da’i bertanggung jawab atas tercapainya hasil kemasan informasi bagi mad’u
5.   Da’i dituntut untuk menjadi contoh dalam pengelolaan proses penyampaian informasi dan bantuan moral bagi para mad’u yang menjadi penerus dakwah islamiyah
6.      Da’i bertanggung jawab secara professional untuk terus meningkatkan kemampuannya
7.      Da’i menjunjung tinggi nilai-nilai moral profesionalnya

D.      Hakikat Kegiatan Dakwah
1.      Peristiwa dakwah terjadi apabila da’i secara aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitar mad’u
2.      Proses dakwah yang efektif memerlukan strategi dan media/telnologi dakwah yang tepat
3.      Program dakwah dirancang dan dimplikasikan sebagai suatu sistem
4.      Pembentukan kompetensi professional memerlukan pengintegrasian fungsional teori dan praktik serta materi dan metodologi penyampaian.
5.   Pembentukan kompetensi professional memerlukan pengalaman lapangan yang bertahap, mulai dari pengenalan medan, latihan keterampilan terbatas sampai dengan pelaksanaan penghayatan tugas-tugas dakwah secara lebih actual
6.   Kriteria keberhasilan yang utama dalam dakwah professional adalah pendemonstrasian penguasaan kompetensi
7.      Materi dakwah dan sisitem penyampaian selalu berkembang

E.       Hakikat Kelembagaan Dakwah
1.  Lembaga Dakwah merupakan lembaga professional yang melaksanakan kegiatan dakwah dan pengembangan ilmu dan teknologi bagi kepentingan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat
2.    Lembaga Dakwah menyelenggarakan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat baik kualitatif maupun kuantitatif
3.   Lembaga Dakwah dikelola dalam suatu system pembinaan yang terpadu dalam rangka pengadaan para da’i dan pelaksanaan proram dakwah
4.   Lembaga Dakwah memiliki mekanismne balikan yang efektif untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat secara terus menerus