Menyingkap Rahasia Keistimewaan Al-Qur'an
created by Ahmad Sutisna
Alhamdulillahiladzi Andzala al Qur'ana huda lilmuttaqin Wasshalatu Wassalamu 'ala syaidina muhammadin asropil anbiya'i Wa'ala alihi Washahbihi Ajma'in.....amaba'd..
Alhamdulillah di malam yang penuh berkah ini, denga khusyuk dan tawadhu kita duduk tafakur dan tasyakur, mengucap untaian kata fuji melalui kalaimat hamdalah, yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam. Sebagai wujud rasa terimakasih kita kepada Allah atas segala nikmat dan rahmatnya.
Berkat nikmat dan rahmat-Nya pula, kita dapat berkumpul di tempat ini, bertatap wajah bersilaturrahmi menjalin ukhuwah islamiyah dalam acara nuzulul Qur'an. Semoga setiap langkah kita, menadpat nilai ibadah di sisi Allah dan semoga malam ini malam lailatul Qodar. Amiiin
Hadirin hadirat yang di mulyakan Allah....
Kalau kita mau menyingkap rahasia keistimewaan A- Qur'an, maka alangkah banyaknya dan takan terhitung jumlahnya. Diantaranya Al- Qur'an adalah kitab yang lengkap dan sempurna, Aktual dan Universal menyeluruh untuk semua lapisan masyarakat, orang Arab atau non Arab, miskin atau kaya, bodoh atau pintar, jelek atau cakep. Lengkap untuk segala kebutuhan hidup, baik hidup berkeluarga, bermasyarakat maupun bernegara. Dan tetap berlaku sepanjang zaman, dari zaman kuno/zaman kino sampai zaman canggih dan modern. Maka pantas kalau Al-Qur'an dijadikan sebagai way of life, peraturan dan pedoman hidup buat manusia sebagaimana firman Allah :
"Hai manusia telah datang kepadamu dari Tuhanmu, obat bagi penyakit di dalam dada, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang mukmin" (Q.S. Yunus 57)
Menurut DR. Muhammad Ali Ash Shabuni dalam kitab Shafwatut Tafsir. Ayat tersebut diawali "Ya Ayuhannas" artinya ayat ini di tujukan untuk seluruh manusia yang tidak di batasi oleh status sosial, warna kulit, suku bangsa, dan agama.
Hadirin, Bapak, Ibu dan Adik yang saya mulyakan
Dalam ayat tadi terkandung empat keistimewaan al qur'an :
Pertama sebagai mau'idhah yaitu pelajaran dari Tuhan yang maha pengajar. hal ini juga di katakan oleh iman Al Ghazali dalam kitab Jawahir Al-Qur'an bahwa seluruh cabang ilmu yang dahulu atau yang akan datang, yang telah di ketahui atau yang belum, semuanya bersumber dari Al Qur'an, baik ajaran tentang politik, ekonomi, sosial, hukum, teknologi, theologi, dan Antropologi.
Kedua , sebagai Syifa, obat bagi penyakit yang ada di dalam dada, atau penyakit batin seperti dengki, frustasi, rendah diri, resah, susah dan gelisah, semua penyakit itu tak ada obatnya kecuali dengan terapi atau resep al qur'an. Di saat hati lagi frustasi, ditinggal kekasih, jiwa putus asa karena putus cinta, makan tak enak tidur tak nyenyak, nafas sesak, duniapun rasanya kiamat, Al-qur'an tampil dengan respepnya :
"Janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tak ada yang putus asa dari rahmat allah keculai orang-orang kafir." (Q.S.Yusup 87)
Di kala hati sedang resah dan gelisah, pikiran tak tenang, perasaan bimbang, maunya terjun ke jurang atau bunuh diri pakai tambang. Al-Qur'anpun datang menghadang.
"Ingatlah dengan berdzikir hati akan tenang dan tentram"
Hadirin Rahimakumullah...
ketiga sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia agar selamat di akhirat dan bahagia di dunia. Al Qur'an is the only thing that can lead man to happyness. Al-Qur'an adalah satu-satunya petunjuk yang menghantarkan manusia menuju kehidupan nan bahagia, demikian kata napoleon bonaparte, seorang orientalis dari Perancis. Dikatakan dalam Al Qur'an
"Sesungguhnya Al Qur'an ini memberi petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dengan membawa kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bahwa mereka akan mendapatkan pahala yang besar." (Q.S.Al-Isra 9)
Keempat , sebagai rahmat bagi orang yang beriman, hal ini terbukti bahwa Al Qur'an mampu mengangkat harkat martabat umat Islam sehingga menjadi umat yang terbaik dibanding umat yang lain, seandainya Al Qur'an benar-benar di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi kalau sebaliknya, Al Qur'an hanya dijadikan hiasan dinding di almari saja, Al Qur'an hanya dilombakan dalamMTQ saja, Al Qur'an hanya di tulis dalam kaligrapi saja, Al Qur'an dijadikan modal untuk mencari rezeki, supaya bisa naik haji, maka tak mustahil akan terbukti ramalan Rasulallah dalam hadisnya :
"Akan datang suatu masa, dimana tak ada yang tersisa dalam islam kecuali hanya namanya saja, dan tak tersisa dari Al Qur'an kecuali tulisannyasaja"
Oleh karena itu hadirin, mari kita kembali kepad Al Qur'an. Kita pelajari, Kita baca, kita pahami, dan kita amalkan isi kandungannya. Sungguh Al Qur'an begitu mulia dan agung, untaian kalimatnya yang begitu indah, susunan katanya yang begitu rpih, gaya bahasanya yang begitu menakjubkan, tak pernah rapuh dimakan waktu, tak pernah punah di telan masa, dan tak pernah hil;ang di telan zaman. Al-Qur'an selalu cocok untuk dibaca kapan saja, dimana saja, dan dalam situasi bagaimanapun juga, pagi, siang, sore, malam, baca Al Qur'an enak rasanya. Di sekolah, dirumah, mushalah, baca Al Qur'an, indah kedengarannya. Lagi sedih, lagi gembira, lagi bingung, lagi senang, baca Al Qur'an, nikmat sekali.
Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf dan terima kasih atas perhatiannya.
Wallahu Muwafiq illa Akwamitoriq...
Wassalamu'alaikum Wr.Wb,,,,,,
hatur nuhun
- Disajikan : 17 Ramadhan 1431 H
- Oleh : Ahmad Sutisna
Yang Dirindukan Surga
Created Ahmad Sutisna
Alhamdulillahiladzi farodo alaina syiam Wassholatu Wasalamu 'ala syaidina muhammadin khoiril anam Wa'ala alihi Washohbihi dul padli wal an'am (amaba'du)
Alhamduillah, sampai saat ini kita masih bisa menjalankan kewajiban kita sebagai hamba Allah yaitu beribadah atau mengabdi kepada-Nya, khususnya di bulan Ramadhan ini, yang kita isi dengan berpuasa di siang hari, tarawih, tahajud, dan tadarus di malam harinya. tak ketinggalan juga mendengarkan ceramah kulbuh (kuliah subuh), kultum (kuliah tujuh menit) atau kulkas (kuliah di kasur).
pada kesempatan kultum ini, saya akan menyampaikan tentang RINDU.....rindunya surga kepada empat golongan. ibarat seorang pemuda yang sedang kasmaran, rindu ingin bertemu dengan orang yang di rindukannya. dimana saja, kapan saja yang diingat adalah sang pujaan hati, siang jadi kenangan, malam jadi bayangan, tidurpun jadi impian, begitu juga surga, surga selalu merindukan empat golongan, padahal kalau kita tanya setiap orang pasti ingin masuk surga, walaupun dia seorang penjahat yang suka maksiat, tapi ingat.....firman Allah swt. Dalam Al-Qur'an.
Aljannatu u'idat lil mutaqiina
"Surga disediakan untuk orang-orang yang bertakwa"
Walaupun orang itu wajahnya jelek, hidupnya miskin, pakaiannya murah, rumahnya gubuk yang butrut, tapi kalau bertakwa dia akan masuk surga, karena surga rindu banget ingin dimasuki ke empat golongan ini, manakala yang empat golongan itu ? perhatikanlah baik-baik hadis Rasulallah Saw.
"Surga rindu kepada empat golongan, yaitu orang yang membaca Al-Qur'an, orang yang puasa di bulan Ramadhan, orang yang menjaga lisan, dan orang yang memberi makanan kepada yang kelaparan". (Duraratun Nashihin)
Pertama, orang yang membaca Al-Qur'an, siang malam bibirnya selalu basah dihiasi dengan untaian ayat Al-Qur'an, karena Al-Qur'an adalah bacaan yang aling mulia, yang mengandung pahala jika dibaca, satu huruf saja dibalas sepuluh kebaikan, apalagi satu ayat, satu surat, satu juz, bahkan astu al-qur'an yang berjumlah 30 juz, 114 surat, 6666 ayat, 86.430 kata, 323.760 huruf (menurut Prof.Dr.Hasby Ash Shidiqy dalam kajian tafsir Al-Qur'annya). Berbeda dengan bacaan-bacaan lain seperti koran, majalah, nivel, komik,....walaupun kita baca seratus halaman, 1000 kata, tidak akan mendapat pahala, paling juga dapat informasi dan pengetahuan saja......
Kedua, orang yang berpusa di bulan Ramadhan, puasa adalah kewajiban bagi kita selaku umat muslim, kalau tidak puasa, kita akan mendapat dosa, kalau berpuasa mendapat pahala dan dirindukan oleh surga, bahkan dosa kita yang telah lalu akan diampuni oleh Allah swt, sebagaimana hadist Rasulullah Saw. dalam Kitab Shahih Bukhari :
"Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, karena iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu " (H.R. Bukhari Muslim)
Ketida, orang yang menjaga lisan, walupun lisan ini daging empuk yang tak bertulang, tapi bahayanya lebih tajam daripada pedang, sebagaimana ungkapan pujangga Arab :
"Kalau luka karena pedang, mudah untuk diobati, tapi kalau luka karena lisan mau kemana obat dicari "
Banyak keluarga yang berantakan, banyak kawan yang menjadi lawan, banyak saudara yang menjadi musuh, karena lisan yang tidak dijaga. Banyak pula terjadinya perkelahian, pertentangan, tauran, bahkan peperangan. Karena lisan tidak dipelihara. Oleh karena itu, marilah bapak dan ibu kita jaga lisan, jangan sampai mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan, mengecewakan, menyinggung dan melukai perasaan orang lain. Boleh saja kita berkata, asal yang baik dan berguna, kalau tidak berguna lebih baik diam seribu bahasa. Berpikirlah dahulu sebelum berbicara. Banyak wanita yang masuk neraka karena lisan yang tidak dijaga, banyak lelaki yang sakit hati karena neng tuti, yang menolak jang dedi, orany yang tidak dicintai dengan kata-kata yang dibenci, akhirnya gantung diri, pakai tali sampai mati. Imam Bukhari meriwayatkan hadis Nabi dalam kitabnya Shahih Buhkhari :
"Barang siapa yang berimankepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau hendaklah diam". (H.R.Bukhori)
Keempat, orang yang memberi makan kepada orang yang lapar, baik karena belum buka puasa atau karena belum makan dari pagi sampai sore, seperti : fakir miskin, yatim piatu atau anak terlantar. Kalau kita punya harta banyak, Rizki menumpuk, uang melimpah, tolong berikan sebagian untuk orang yang kelaparan, belikan makanan dan minuman. Insya Allah kita akan mendapatkan pahala, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dikatakan, bahwa orang yang memberi makan atau minum, meskipun hanya seteguk air dan sebutir kurma untuk orang yang berbuka puasa, maka pahalanya sama dengan orang yang puasa itu, tidak dikurangi sedikitpun. Juga nanti kita akan dirindukan oleh surga. Tapi kalau kita membiarkan anak yatim terlantar, fakir miskin lapar, maka kita akan di cap pendusta agama, sebagaimana firman Allah swt.
(Q.S. Al-Maun : 1-3)
Demikian empat golongan orang yang dirindukan oeh surga, semoga ceramah singkat ini bermanfaat bagi kita semua dan kita termasuk kedalamkeempat golongan tersebut, juga kita dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita termasuk orang-orang yang dirindukan surga, yang ditunggu-tunggu kedatangannya di surga nanti...Amin Ya Rabbal Alamiiin....
Demikian ceramah saya pada kultu kali ini, mudah-mudahan bermanfaat khususnya bagi saya pribadi dan umumnya pada kita semua. Amiin..
Wallahu Muwafik illa Akwamitharik...
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
- Disajikan oleh Ahmad Sutisna
- 02 Ramadhan 1430 H
Menyambut Bulan Suci Ramadhan
by Ahmad Sutisna
Alhamdulillahiladzi Hadana ila dinil Islam Washalatu Wasalamu 'ala Syaidina Muhammadin Khotibil Umam Wa'ala alihi Washohbihi Wasalam....amaba'd
Alhamdilillah Was Syukurillah, berkat rahmat dan karunia dari Allah Swt, kita masih diberi nikmat panjang umur dan sehat wal 'afiat, sehingga bisa berjumpa lagi dengan bulan yang penuh rahmah, berkah dan maghfirah yaitu bulan seci Ramadhan 1432 H. Ramadhan adalah bulan yang mempunyai rahasia yang sangat istimewa, fadhilahnya begitu besar dan hikmahnya sungguh menakjubkan. Tak ada bulan yang lebih mulia dari bulan ini. Pernah rasulullah bersabda dihadapan para sahabatnya :
Lau ta'lamu ummati maa pi romadhona litamadu an takuuna assanata kullahaa romadhona
“ Seandainya umatku tahu rahasia bulan ramadhan pastilah umatku menginkan dalam setahun semuanya bulan ramadhan “ (duratun Nasaihin)
Oleh karena itu marilah kita sambut bulan ini dengan wajah gembira dan senyum ceria. Arti gembira disini bukanlah dengan berhura-hura menghamburkan harta, berfoya-foya membuang uang dan ramai-ramai memasang petasan. Dar der door. Tapi mari kita isi dengan amal ibadah yang diridhoi dan diperintah oleh Allah swt. Siangnya puasa, malamnya tarawih, tadarus, tahajud, dan tak lupa sahur dan buka bersama keluarga, nikmat rasanya pas ketika magrib tiba.. tak....tak,,,tak,,,dur,,,dur,,durrr... langsung kita santap, es, rujak, roti, kolak...dll.
Yang paling penting hadirin adalah berpusa di siang harinya. Karena pusa adalah kewajiban bagi setiap muslim. Sebagaimana firman Allah dalam Al-qur'an :
Q.S Al-Baqarah 183
hadirin yang berbahagia
banyak hikmah yang bisa kita ambil dari ibadah puasa ini, diantaranya dulu diungkapkan oleh KH. Zaenudin MZ dalam salah satu iklannya di RCTI okeee.
“ Hakikat puasa adalah membentuk insan yang bertaqwa, intinya pengendalian diri agar terhindar dari perbuatan tercela, sekaligus menciptakan kepekaan sosial yang tinggi, masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dibawah garis kemiskinan, maka kalau di bulan ini kita diberi keluasan rizki. Disana ada hak-hak anak yatim, pakir miskin, janda-janda tua, dan nini-nini jompo yang kurang mampu.” Iklan ini di sponsori oleh salep kulit 88.
Hadirin Rahimakumillah
Dari ungkapan tadi ada beberapa hikmah puasa, diantaranya sebagai berikut :
Pertama, hikmah pusa adalah membentuk insan yang bertaqwa, agar terhindar dari perbuatan yang tercela. La'alakum Tattaqun. Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum saja, atau menahan dari rasa lapar dan haus saja, tapi juga menahan dari sikap dan sifat tercela, seperti berbohong, berdusta (kazab), mengadu domba, (namimah), iri dengki (hasud), memfitnah, ngomongin kejelekan orang lain (ghibah), dll. Karena sipat-sipat itu akan merobek-robek puasa, puasa akan sia-sia tanpa pahala. Yang didapat hanyalah lapar dan haus. Sebagaimana hadis Nabi :
“ Berapa banyak orang yang berpuasa , tapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya keculia lapar dan dahaga” (Al Targhib wat Tarhib)
Dengan berpusa, insyaAllah akan menciptakan keamanan dan ketentraman, bahkan dapat mengutrangi terjadinya tindak kriminal dan kejahatan. Coba saja yang suka mencuri, suka ngerumpi, suka ngomongin tetangganya.....akan berpikir dua kali untuk melakukannya, karena takut puasanya sia-sia tanpa pahala.
Kedua, hikmah puasa adalah untuk menciptakan kepekaan sosial yang tinggi, tenggang rasa kepada orang lemah, kasih sayang kepada orang tak punya. Dengan berpuasa orang kaya yang perutnya selalu kenyang diisi makanan lezat dan minuman nikmat, akan merasakan betapa peihnya perut ini dikala lapar dan dahaga, padahal laparnya hanya sebentar, siang saja, tapi kalau orang miskin, anak yatim, anak terlantar, yang sering kelaparan karena kurang makan. Kadang pagi makan,sing tidak, sore kenyang malam lapar. Akhirnya dengan puasa timbulah rasa sosial yang tinggi dari orang kaya, dia beri santunan kepada pakir miskin, sumbangan kepada anak terlantar, shadaqah kepada anak yatim, dsb. Dalam sebuah hadis Rasaulullah mengatakan. “Bahwa orang yang membiarkan, tetangganya, saudaranya, atau keluarganya kelaparan, sementara dia kenyang sendirian, maka orang itu dicap tidak beriman.
“Tidaklah beriman kepadaku orang yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya kelaparan, sedangkan ia mengetahuinya “ (Mukhtarul Ahadisin Nabawiyah)
Hadirin yang dirahmati Allah
Itulah diantara hikmah puasa di bulan ramadhan, maka marilah kita sebagai umat muslim melaksanakan puasa dengan iklas dan didasari keimanan. Sebab kadangkala ada orang yang berpuasa tetapi tidak ikhlas, ada yang karena ingin dipuji kekasaih tercinta, ingin dipuji oleh sang pujaan hati, ingin disanjungn oleh menantu, ingin dilihat calon mertua. Di depn orang sich gayanya oke baget, badannya lemas, lemah, letoy, letih dan loyo, bibirnya kering sering meludah......eh ketika sendirian di dalam kamar, ada riti dimakan, ada es diminum, ada kolak diembat. Makanya pantas kalau puasa ini adalah ibadah yang paling istimewa dan paling rahasia, sebab hanya Allah yang mengetahuinya dan menbalasnya. Dalam hadis lain dikatakan :
“Barang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan, karena iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu” (H.R. Bukhari Muslim)
Selain itu juga masih banyak lagi hikmah puasa dan pahala bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Tapi karena waktu yang terbatas, mungkin hanya sampai disini ceramah saya kali ini, mudah-mudahan ada manfaatnya, terimakasih dan mohon maaf.
Wallahu Muwafik ILLa akwamittharik
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
- Disajikan oleh Ahmad Sutisna
- 12 Ramadhan 1432 H
MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM
by Ahmad Sutisna
Alhamdulillahiladzi an'ama alaina bini'matil iman wal islam, Washalatu wasalamu 'ala syaidina Muhammadin khoeril anam, wa 'ala alihi wa shohbihi ila yaumil qiyam (amaba'du)
Hadirin Hadirat Rahimakumullah
Waktu terus lberputar bagai ban mobil angkot, menggilas masa, menggusur waltu, menelan jaman. Hari berganti hari berlari tanpa permisi, meninggalkan memory dan misteri. Minggu berlalu tanpa malu-malu, mengukir nasib tak menentu, bulanpun berjalan perlahan meninggalkan harapan dan khayalan, tak terasa saat ini kita telah sampai pada tahun 1425 Hijriah. Alhamdulillah ....
ini adalah diantara sebagian nikmat-nikmat Allah yang harus kita syukuri, sebab hanya dengan bersyukurlah, nikmat Allah akan ditambahkan kepada kita, sebagaimana janji-Nya dala Al-Qur'an :
Q.S. IBRAHIM:7
Sebagai .implementasi ( perwujudan) dari rasa syukur kita kepada Allah, mari kita tingkatkan iman, ilmu dan amal kita di tahun-tahun yang akan datang. Masa yang lalu biarlah berlalu, jadikan sebagai kenangan dan pengalaman. Masa kini sedang terjadi, hadapi dengan kesungguhan. Masa depan adalah harapan yang penuh tantangan, raihlah kesuksesan dan keberhasilan. Bukankah Allah telah memerintahkan kepada kita untuk instrospeksi diri, memeperhatikan hari kemarin untuk mempersiapkan hari esok yang lebih baik lagi. Sebagaimana firmannya :
Q.S. Al-Hasyr
dari ayat ini jelas, bahwa kita harus mempunyai perubahan dan peningkatan prestasi dari hari kehari, minggu keminggu, bulan kebulan dan tahun ke tahun, baikmprestasi iman, ilmu maupun amal. Bkannya diam di tempat begitu-begitu saja, atau mundur kebelakang, di tinggal sama orang. Islam bukan agama yang statis tapi agama yang dinamis, yang mengalami perkembangan dan kemajuan dari waktu ke waktu, dijelaskan oleh Nabi :
“Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia orang yang rugi, barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka dia orang yang terlaknat”. (H.R. Baehaqi).
Oleh karena itu, marilah kita gunakan sebaik-baiknya nikmat panjang umur ini, kita gunakan waktu itu semaksimal mungkin dalam kegiatan yang baik dan berguna, karena waktu itu sangat berharga.
Orang barat mengatakan Time is money, waktu adalah uang, sedikit saja waktu dibuang sama halnya membuang uang jutaan rupiah, orang Arab mengatakannya al-waktu kas saipi, waktu bagaikan pedang. Kalau kita tidak menggunakan waktu, maka waktu akan memotong kita, bagi kita sebagai seorang muslim, tentu waktu adalah ibadah dan beramal shaleh (berbuat baik), gunakanlah setiap waktu kita untuk kegiatan ibadah dan amal baik. Apalah artinya jika orang diberi waktu yang sangat luas, kesempatan yang banyak, umur yang panjang, tapi tidak digunakan untuki ibadah dan amal baik, hadis nabi mengatakan :
“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umur dan baik amalnya, seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umur tapi jelek amalnya”.
Makanya, sering pula kita dengar ungkapan lain keep the five before coming the five, gunakan waktu yang lima sebelum datang yang lima. Waktu masih hidup sebelum mati, waktu masih muda sebelum tua, waktu masih kaya sebelum miskin, waktu masih sehat sebelum sakit, waktu masih kosong sebelum sempit. Sebab kalo sudah mati, sudah tua, sudah sakit, sudah miskin, sudah sempit, tak ada lagi bagi kita kesempatan untuk beribadah dan beramal baik, yang ada hanyalah penyesalan dan kekecewaan. Mau hidup lagi, mau muda lagi, mau kaya lagi...??? mustahil akan terjadi, bagai mimpi di siang bolong....
Sekali lagi saya berpesan dan mengajak kepada hadirin semua, marilah selagi kita diberi panjang umur, sehat badan, waktu luas, kesempatan banyak, gunakanlah sebaik-baiknya untuk beribadah dan amal baik. Sebagai bekal kita di masa-masa yang akan datang. Khususnya di Akhirat nanti.
Terskhir lewat forum ini saya menyampaikan tahni'ah, ucapan selamat tahun baru. Semoga panjang umur, sehat badan, dan rizki banyak,amiin. Juga saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, karena barang tentu bukannya barangkali, sudah pasti bukannya mungkin, di tahun yang lalu banyak sekali kesalahan sayan kepada hadirin, baik lewat ucapan, perbuatan, sikap atau apa saja, baik yang disengaja atau yang tidak disengaja. Begitu pula saya telah memaafkan, jika diantara hadirin ada yang mempunyai kesalahan dan dosa kepada saya. Kita semua menyatakan bahwa Al-Insanu Mahallul Khotoi Wan Nisyan, Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Dalam sebuah hadis dikatakan :
“Setiap anak adam (manusia) adalah bersalah, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah bertobat dan meminta maaf”.
Maksuda hati memeluk gunung, apa daya gunungnya meletus
Maksud hati ingin saya sambung, apalah daya waktunaya terputus
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, beli map di bekasi
Mohon maaf dan terimakasih...
Wallahu muwafiq ila akwami toriq
Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.
- Oleh Ahmad Sutisna
- 01 Muharram 1432 H
ISRA MI'RAJ
Oleh : Ahmad Sutisna
Di tengah cuaca yang dingin-dingin empuk, dan hembusan angin malam yang sejuk, menerpa neng syifa yang sedang batuk, walaupun matanya sudah ngantuk dan bujurnya suka hitut, tapi dia tetap semangat sampai acara ini ditutup. Mari kita awali acara ini dengan ungkapan kalimat tahmid dan tasyakur, kepada Allah Robbul Jalal, atas segala nikmat-Nya yang tak ter nilai. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada manusia pilihan, penegak pilar ketauhidan dan pendobrak dinding kemusyrikan yakni baginda Rasulullah SAW.
Malam ini saya tampil di depan bapak dan ibu, bukan untuk memperlihatkan wajah syifa yang cantik jelita, bukan pula untuk memamerkan baju saya yang indah, tapi untuk menyampaikan butir-butir hikmah Isra Mi;\'raj nabi Muhammad SAW. Walaupun ceramahnya singkat dan padat tapi mudah-mudahan bermanfaat di dunia dan akhirat, sehingga kita rajin ibadat, rajin shalat, rajin zakat, mendapat syafa'at di hari kiamat, dan masuk syurga yang penuh nikmat. Amiin ya Rabbal Alamiin..........
Saat ini kita berada di bulan yang di mulyakan oleh Allah SWT. Yaitu bulan Rajab. Kita maklum, bahwa dalam setahun ada dua belas bulan, dalam dua belas bulan ada empat bulan yang di mulyakan Allah SWT, diantartanya yaitu bulan Rajab. Suatu bulan yang mempunyai keungulan tertinggi, sehingga rasul pernah berkata di hadaan shabatnya :
“Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, Syaban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan unatku” (Durratun Nasihin)
Bulan ini disebut bulan mulia, karena di bulan ini ada suatu peristiwa historis (bersejarah) yang sangat penting bagi umat islam, yaitu peristiwa Isra Mi'raj nabi Muhammad SAW.
Terpatnya tanggal 17 Rajab tahun kesatu sebelum Hijrah. Di tengah hamparan padang pasir yang luas, dikelilingi oleh bukit-bukit yang berbatu, disinari oleh sang mentari yang akan pergi meneuju peraduannya, dengan cahaya yang begitu kuning, seolah berkata bahwa waktu sudah sore dan akan berganti dengan malam. Oh indahnya dunia ini.....,.. pada malam itulah, Allah memperjalankan hambanya bernama Muhammad bin Abdullah, dari masjidil Haram di Makkah Sampai ke masjidil Aqsha di Palestina. Kemudian naik sampai ke langit ketujuh, dan tiba di Sidratil Muntaha, sungguh alangkah jaunya jarak itu, jauuuuh sekali. Bahkan itu terjadi hanya sepertiga malam. Subhanallah........kisah ini di abadikan oleh Allah dalam Al-qur'an :
(QS AL-ISRA ayat 1)
hadirin yang dimulyakan Allah.....
kalau di pikir pake akal manusia biasa, tentu mustahil peristiwa itu terjadi. Karena masyarakat waktu itu masih bodoh, perjalannya sangat jauh, transpormasinya belum modern, teknologinya belum canggih, belum ada yang bisa menembus luar angkasa. Hanya dengan iman yang kuat dan akidah yang mantap kita dapat mempercayainya. Firman Allah dalam Al-Qur'an :
(QS. Yasin 82)
Sebagian ulama mengatakan bahwa tujuan Allah meng-isra mi'rajkan Rasulullah adalah karena waktu itu rasul sedang dilanda mushibah, yang membuat hatinya sedih, resah, susah dan gelisah. Sehingga tahun itu di sebut Amul Huzni (tahun kesedihan).
- Selama kurang lebih dua tahun lamanya, kaum Kafir Qurais memboikot perdagangan dan meng-embargo ekonomi, sehingga banyak umat islam yang menderita kelaparan bahkan meninggal dunia. Bahkan Rasullulah sendiripun hanya makan dedaunan.
- Istrinya yang tercinta siti Khadizah Kubro telah wafat meninggalkan Rasul. Padahal dialah istri yang selalu setia mendampingi rasul, bahkan tak sayang-sayang mengorbankan hartanya demi kepentingan islam, walaupun dia seorang konglomerat yang kaya raya.
- Pamannya Abu Thalib, orang yang disegani dan berwibawa di tengah masyarakat makkah, yang selalu melindungi, menjaga dan membela rasul dari gangguan kafir Quraisy juga telah wafat meninggal dunia.
- Waktu rasul dan Zaid bin Harist berdakwah ke thaif, yang Rasul dapatkan bukanlah pengikut, dukungan dan bantuan, tapi hinaan, cacian bagkan lemparan bata dan kotoran unta yang membuat Rasul terluka.
Nah di tengah kesedihan itulah, Allah SWT menghibur hati Rasul dengan melaksanakan Isra Mi'raj. Pada saat itulah Allah SWT. Memperlihatkan kekuasaan-Nya dan kebesaran-Nya. Banyak kejadian-kejadian aneh yang menakjubkan, yang dialami Rasul ketika dalam perjalanan Isra Mi'raj. Bahkan tidak dapat diterima oleh akal manusia biasa, kecuali dengan keimanan kepada Allah Swt.
Hadirin Rahimakumullah
Jangankan dulu,, sekarang saja di jaman modern yang canggih ini, masih banyak orang yang tidak percaya. Maka pantas, dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan. Bahwa ketika kaum kafir Quraisy dikumpulkan oleh Rasulullah, untuk mendengarkan kisah Isra Mi'raj. Semua orang terdiam, ada yang ragu bahkan ada yang sampai murtad. Juga ada yang mengatakan bahwa Muhammad pembohong besarrrr. Hanya Abu bakarlah yang mempercayainya pada waktu itu. Sehingga ia langsung diberi gelas Ash Shiddiq, artinya orang yang benar/membenarkan.
Diantara kejadian aneh tersebut, bisa hadirin baca dalam kitab hasyiyah Qishshatul Mi'raj karya Sayyid Ahmad ad Dardiri :
- di tengah perjalanan Rasul melihat sekelompok orang yang memotog lidah dan bibirnya dengan gunting terbuat dari besi. Setelah digunting bibirnya kembali seperti semula dan berulang-ulang tanpa henti. Maka rasul bertanya kepada malaikat jibril.” Siapakah ini ya Jibril ?”. jawab Jibril,” Itu adalah gambaran para mubaligh yang menyuruh tapi tidak melaksanakannya, perkataannya tidak sesuai dengan perbuatannya.....
- ada juga sekelompok orang yang di depannya ada daging yang masak dan lezat dalam sebuah wadah, sedangkan di wadah lain ada daging bangkai yang mentah dan bau busuk, tapi orang ini memilih daging yang mentah dan bau busuk tersebut. Rasul bertanya “ Siapakah itu ya Jibril ?.” Jibril menjawab “ itu adalah gambaran suami atau istri yang menyeleweng”.
- Ada juga kejadian. Seorang nenek yang TOP ( tua, ompong, peot ) di pinggir jalan memanggil-manggil rasulullah.”...Muhammad kesini lihatlah aku yang cantik ini....”kata nenek itu.
Jangankan Rasul menjawab menolehpun tidak “ siapakah ini ya Jibril”. Jibril menjawab, “ ini adalah dambaran tentang dunia yang sudah tua, ibarat seorang nenek yang hampir mati.”
Subhanallah,,,,,,,
kalau di jaman Rasul yaitu 15 abad yang lalu dunia seperti itu, bagaimana keadaan dunia jaman sekarang ?. Mungkin dunia ibarat nenek yang sekarat, karena banyak maksiat dan munkarat, kiamat-kiamat sughro sudah bermunculan,,,
Tsunami di Aceh,,,gempa bumi,,,,,gunung meletus,,,,banjir bandang,,,,puting beliung,,,
jadi mereun ieu mah 2012 th,,,hehe,,,
hadirin hadirat yang dimuliakan Allah swt
Demikian diantara sejarah singkat peristiwa isra mi'raj. Mudah-mudahan dengan mengenangnya peristiwa isra mi'raj kita dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Dan dapat mengaflikasikan perintah2 Allah kedalam kehidupan sehari-hari, baik dalam ibadah maupun muamalah. Amiiin....
HIKMAH DIBALIK PERISTIWA HIJRAH
By Amad Sutisna
Alhamdulillahi Washolatu Wassalamu 'ala Rosulillahi Syaidina Muhammadin Ibn Abdillah Wa 'Ala alihi wa shaohbihi waman tabii hudah...(amaba'du)
Hadirin Hadirat Rahimakumullah...
Waktu terus bergulir, masa terus berganti, seiring berputarnya sang mentari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, tak terasa kita sudah masuk ke tahun Islam 1425 H. Alhamdulillah.......
Latar belakang terbentuknya tahun hijriah, diawali dari suatu peristiwa besar 15 abad silam, yang sangat menentukan bagi kejayaan dan kemajuan umat Islam. Yaitu peristiwa Hijrahnya Rasul dari Makkah ke Madinah. KH. Munawar Khalil dalam buku tarikhnya menceritakan, kurang lebih 13 tahun rasul berdakwah di Makkah, yang rasul dapatkan bukanlah bantuan, dukungan dan pengikut. Tapi cacian, makian, hinaan, penyiksaan, bahkan rencana pembunuhan. Rasul pernah dilempari batu sampai terluka, pernah dilempari tahi unta, hingga pakaianya kotor, pernah diembargo ekonomi hingga menderita kelaparan kurang lebih dua tahun lamanya. Pernah juga mau dibunuh oleh pembunuh bayaran kelas kakap. Hingga turunlah Wahyu dari Allah untuk berhijrah ke Kota Madinah, hijrah dari tempat yang penuh kedholiman dan kemusyrikan, ke tempat yang penuh kedamaian dan ketauhidan, tempat yang mekmur, tanahnya subur, masyarakatnya teratur, berakhlak luhur, punya kebun kurma, gandum dan anggur. Sebagaimana janji Allah dalam Al-quran :
(Q.S. An-Nahl:41)
Walaupun hijrah memerlukan pengorbanan dan perjuangan yang sangat berat, tapi Rasul dan para sahabat ikhlas meninggalkan harta, rumah, anak, keluarga, saudara, dan tanah airnya, no again without a paint. Tak ada kebahagian tanpa pengorbanan, untuk mencapai kebahagian dan kemenangan, memang harus berani berkorban. Mereka rela menempur perjalanan yang sangat jauh, yang panas dan ganas, serta dibayangi banyak maut dan musuh-musuhnya yang selalu mengintai. Kepergian Rasul ke Madinah bukan karena kalah, menyerah atau melarikan diri, tapi karena sebuah strategi dan perintah Allah untuk mencapai kemenangan. Dengan cara menyatukan kaum Anshar Madinah dan kaum Muhajirin Makah, serta membangun masyarakat madani yang kuat dan bersatu, Islam akan jaya dan mulia.
Singkat punya cerita, akhirnya sampailah rasul di Madinah. Rasul disambut bukan dengan lemparan batu, bukan dengan ayunan pedang, bikan pula dengan tusuk tombak, tapi dengan senyum penuh kegembiraan. Pemudanya yang tampan dan gadisnya yang cantik rupawan, berbaris di pinggir jalan, menepuk rebana melantunkan syair para pujangga :
Thola'al badru 'alaina.....................
,...................................................
“Telah terbit purnama di atas kita, daru sudut kampung saniyatil wada
wajiblah bersyukur bagi kita, selama ada da'i yang berdakwah karena Allah
Wahai Rasul yang di utus kepada kami, Engkau datang membawa perintah yang ditaati.
Sejak itulah, pada masa khalifah Umar bin Khattab di tetapkan sebagai awal mula tahun hijriah, asmpai sekarang sudah 1425 th lamanya.
Hadirin hadirat yang saya mulyakan
banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa hijrah tersebut, diantaranya, bahwa perintah hijrah masih tetap berlaku sampai saat ini, karena sesungguhnya makna hijrah itu bukan berarti pindah dari tempat yang jelek ke tempat yang bagus saja, tapi juga dari sikap yang jelek, menuju sikap yang baik. Pindah dari perbuatan yang salah menuju perbuatan yang benar. Ada sebuah hadis dalam kitab Shahih Bukhari :
Almuhajiru man hajaro ma nahallahu anhu
“orang yang berhijrah adalah orang yang pindah dari perbuatan yang Allah larang”
Bagi pemuda yang suka ektasi, pemudi yang suka rok mini, bapak yang suka berjudi, ibu yang suka ngerumpi, pejabat yang suka korupsi, penjahat yang suka mencuri, pelajar yang suka berkelahi, politisi yang suka mencaci. Semuanya hijrah, tinggalkan sikap dan sifat buruk, ganti dengan yang baik, pindah dari perbuatan yang salah menuju perbuatan yang benar, yang diridhai Allah. Ingat Gunung Merapi, Gempa Bumi dan Tsunami menanti bagi orang-orang yang tadi.
Memang berat memulainya dan susah meninggalkanya, tapi ingat, hijrah butuh pengorbanan dan perjuangan.
Hadirin yang mulia, hadirat yang tercinta,,,,,
Selain itu juga, hikmah dari peristiwa hijrahnya Rasul adalah untuk membina persatuan dan kesatuan umat, menjalin Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah, mengikat tali persaudaraan yang kuat antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar Madinah, antara sesama umat islam dan antara umat beragama lain. Rasul tidak pandang bulu atau mendiskriminasi golongan, suku, budaya, agama atau bangsa. Semuanya merasa persamaan hak, perdamaian suasana, keslamatan hidup dan kebebasan menjalankan agamanya masing-masing. Semuanya hidup rukun dan penuh toleransi di bawah naungan Islam yang cinta damai. Nah. Dengan terbentuknya masyarakat Madani yang bersatu dan bersaudara, timbulah kekuatan Islam yang sungguh menakjubkan dunia. Sehingga islam mencapai kesuksesan yang gemilang seantero jagat raya ini.
Dari sini kita dapat memetik hikmahnya, bahwa untuk mencapai kesuksesan dalam membangun Bangsa dan Negara, haruslah terlebih dulu menjalin persatuan dan kesatuan diantara komponen bangsa, meskipun bangsa kita adalah bangsa yang majemuk dan pluralistis, yang mempunyai suku, bangsa, budaya, dan agama yang berbeda. Bhineka Tunggal Ika tapi tetapm satu jua. Tanpa persatuan mustahil bsngsa kita akan maju dan jaya. Sebagaimana ungkapan seorang pujangga Arab :
“pesatuan akan mewujudkan kekuatan, dan kekuatan akan menghasilkan kesuksesan”
Hadirin kaum Muslimin Rahimakumullah
hijrah merupakan peristiwa yang indah, tak terlupakan sepanjang masa, penuh makna dan penomena, walaupun hanya terjadi sekali dalam sejarah, tapi semangat dan hikmahnya takan pernah habis untuk digali dan diteladani sepanjang masa, dalam membangun masyarakat yang diridhai oleh Allah Swt.
Mudah-mudahan dengan mengenang peristiwa Hijrah, kita dapat mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya. Demi mencapai kehidupan yang lebih baik lagi di masa mendatang. Amiin Ya Rabbal Alamiiin........
Wallahu muwafik ila akwami Tharik
Wassalamu alaikum Wr. Wb.



0 komentar:
Posting Komentar