Jumat, 01 April 2011 | By: Ahmad's

Dakwah Khulafaurrashidin

DAKWAH ISLAM MASA KHULAFAURRASYIDIN

Sepeninggal Nabi saw. pada tahun 11 H (632 M), maka perjuangan dakwah islam dilanjutkan oleh para sahabat. Khulafaurrasyidin adalah pemimpin dakwah islam setelah Rasulullah saw. Setelah Rsulullah saw. wafat kaum muslimin mengadakan pertemuan di Saqifah Bani Sa’idah, membicaran tentang orang yang sepatutnya menjadi pengganti Raulullah saw. Setelah diskusi, pembahasan dan musyawarah , maka kesepakatan bulat tentang pemimpin setelah Rasulullah saw. adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, diantaranya karena beliau sering diminta untuk menggantikan untuk menjadi imam pada saat Nabi saw. sakit. Kemudian dilanjatkan oleh Umar bin Khattab ra., yang merupakan pilihan Abu Bakar ra. Yang kemudian disetujui oleh seluruh sahabat yang lain. Kemudian di akhir masa kepemimpinannya Umar membentuk Ahli Syura diantaranya adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidilah, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, dan Sa’ad bin Abi Waqash. Kemudian terpilihlah Utsman sebagai Khalifah pengganti Umar ra. Setelah Utsman ra., Ali bin Abi Thalib ra. menjadi khalifah penggantinya. Keempat Khalifah ini adalah yang disebut dengan sebutan Khulafaurrasyidin atau Pemimpin yang Lurus dan berada pada Naungan Allah.14

1.Khalifah Abu Bakar ash-shiddiq
Beliau menjadi Khalifah selama 2 tahun, 3 bulan dan 3 hari. Berikut hal-hal penting (dakwah) yang dilakukan oleh beliau selama menjadi khalifah :
Pertama : Pemberangkatan Pasukan Usamah bin Zaid bin Haritsah, guna memerangi kabilah-kabilah yang melakukan kemurtadan. Usamah berhasil mengembalikannya lagi kepada islam.
Kedua : Pemberangkatan pasukan untuk memerangi orang-orang yang murtad dan enggan membayar zakat. Pasukan ini berhasil menumpas kemurtadan dan memantapkan islam di seluruh penjuru Jazirah Arab, dan memaksa seluruh kabilah untuk membayar zakat. Juga dibunuhnya Musailamah al-Kadzdzab yang mengaku sebagai seorang nabi. Beliau menyelesaikan semua masalah tersebut selama 2 tahun 3 bulan dan 10 hari.
Ketiga : Memberangkatkan pasukan Khalid bin Walid ke Iraq bersama Mutsni bin Haritsah asy-Syaibani dan berhasil membawa kemenangan dan barang rampasan.
Keempat : Mengirim pasukan ke negeri-negeri Romawi, dimana beliau menasehati para sahabat untuk senantiasa ikhlash dan memperbaiki diri agar senantiasa dalam pertolongan Allah swt.
Kelima : Abu Bakar ra. memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan dan menyusun tulisan-Al-Qur’an atas usul dari Umar bin Khattab ra. karena banyak penghapal Al-Qur’an yang syahid dalam peperanagan, Zaid ra. sangat berhati-hati dalam meleksanakan tugasnya.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan Abu Bakar ra, dalam upaya mengembangkan dakwah islam, antara lain15 :
Menciptakan stabilitas melalui pembinaan, dan penyelesaian masalah internal
Mengalihkan perhatian pada upaya melakukan futuhat, ekspedisi ke Syria demi pengembangan wilayah islam
Merintis majelis Syura
Upaya memelihara dan mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai sumber hokum utama

2.Khalifah Umar bin Khattab
Beliau dijuluki Al-Faruq oleh Rasulullah saw. karena ia membedakan yang haq dengan yang bathil. Beliau yang pertama disebut sebagai Amirul-Mukminin. Umar ra. banyak melakukan ekspansi (futuhat islamiah) ke banyak tempat, seperti Baitul Maqdis, Al-Ahwaz, Damaskus, Yordania, Bashrah, Takrit, Qanasrin, Mada’in, Persia, Syam, Mesir, Maroko, Qisariah, Adzerbaijan, Tripoli Barat, dll. Umar bin Khattab senantiasa rendah hati dalam dakwahnya, ia selalu berkata, “Orang yang paling aku cintai adalah orang yang dapat menunjukkan aibku kepadaku”. Beliau pun terkenal sangat tegas pada pelanggaran hokum Islam. Beliau senantiasa mengusir kaum musyrik dari jazirah Arab.
Pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 16 Hijriah beliau menulis kalender Hijriah dengan meminta pertimbangan dari Ali ra dengan menetapkan awal penanggalan pada peristiwa Hijrah Nabi saw. Beliau juga menyempurnakan Baitul Mal. Tahun 17 H, beliau memperluas Masjid Nabawi.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan Umar bin Khattab ra, dalam upaya mengembangkan dakwah islam, antara lain16 :
Pembenahan manajemen dan administrasi kepemerintahan
Pembenahan dan pembentukan pranata hukum dan system peradilan
Penetapan kalender hijriyah
Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan dibangunnya beberapa sarana umum, seperti irigasi pertanian, system keuangan Negara, baitul mal, dan sebagainya
Memperkokoh majelis Syura dan system konstitusi Negara
Pembinaan masyarakat dan upaya futuhat ke barbagai wilayah strategis bagi pengembangan dakwah

3.Khalifah Utsman bin Affan
Beliau menjadi khalifah pada tahun 24 Hijriah, yang bertepatan dengan ditaklukannya negeri Rayyi.Pada tahun 25 Hijriah beliau memperluas Masjidil Haram. Pada tahun 27 Hijriah Muawiyah melakukan serangan ke Syprus dengan menyeberangi lautan. Afrika dan Andalusia berhasil ditaklukkan. Beliau senantiasa menginfakkan hartanya di jalan Allah.
Pada tahun 29 Hijriah beliau memperluas Masjid Madinah Munawarah. Negeri-negeri Khurasan ditaklukan pada tahun 30 Hijriah. Pata tahun 33 Hijriah kaum muslimin menyerbu Habasyah.
Utsman menjadi khalifah selama 12 tahun. Pada masa kepemimpinannya Al-Qur’an dibukukan, dan menyatukan orang dalam bacaan dan tulisan Al-Qur’an, yang dikenal dengan Rasm Utsmani.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan Utsman bin Affan ra, dalam upaya mengembangkan dakwah islam, antara lain17 :
Mengadakan pembenahan dan menyelesaikan gerakan pembangkang, memelihara stabilitas wilayah yang makin luas
Menyebarkan para cendekiawan ke wilayah-wilayah kekuasaan islam
Upaya penyeragaman naskah mushaf Al-Qur’an, demi keutuhan dan kepentingan dakwah
Mempertahankan dan memelihara system pemerintahan dengan memelihara majelis Syura
Mengadakan pembinaan dan futuhat ke wilayah timur dan barat

4.Khalifah Ali bin Abi Thalib
Beliau dibai’at pada pertengahan bulan Dzulhijjah tahun 33 Hijriah. Dalam masa Kekhalifahannya, banyak terjadi fitnah, peperangan dan pemberontakan.
Ali ra. dalam dakwahnya hendak mengembalikan umat kepada kahidupan seperti zaman Nabi saw. dimana orang bekerja, berjihad semata-mata karena Allah. Ali ra. Adalahorang yang selalu menyertai para khalifah pendahulunya dalam segala permasalahn yang timbul karena keluasan ilmu yang dimilikinya. Ibukota Khilafah pindah dari Madinah ke Kuffah. Banyak timbul pemalsuan hadits. Kondisi politik saat itu semakin memburuk, hingga terjadinya tahkim (arbitase) yang diprakarsai oleh Muawiyah. Atas kejadian ini umat islam mulai terpecah dalam beberapa golongan hingga sekarang.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan Ali bin Abi Thalib ra, dalam upaya mengembangkan dakwah islam, antara lain18 :
Berupaya menyelesaikan persoalan intern di antara kaum muslimin
Mengadakan kompromi politis dengan elit politisi
Berusaha menjadikan masjid sebagai tempat menyelesaikan persoalan dan sentral kegiatan
Menampilkan sosok pemimpin yang tidak ambisius

Persamaan Da’wah Khulafaurrasyidin :
1.Pembinaan kaum muslimin secara berkesinambungan
2.Melakukan upaya futuhat
3.Tidak memaksa mad’u
4.Tegas terhadap penegakan syari’at Islam
5.Senantiasa meniru strategi da’wah Rasullullah saw,
6.Mereka merupakan pemimpin yang sangat mementingkan da’wah
7.Mereka selalu memulai da’wah dari diri sendiri dan keluarganya
8.Mereka berani berkorban jiwa, raga, dan harta demi da’wah islam
9.Cerdas, bijaksana, teliti, sabar, tajam pemikirannya dalam menanggapi permasalahan umat
10.Menjadikan masjid sebagai sentral kegiatan da’wah
11.Menjunjung tinggi harkat martabat manusia

0 komentar:

Poskan Komentar